Informasi Lengkap PPDB Tahun Pelajaran 2015/2016

SMP Negeri  2  Banjarnegara menerima Pendaftaran Peserta Didik Baru kelas VII tahun pelajaran 2015/2016 dengan ketentuan sebagai berikut :

 

Persyaratan Umum

  • Pada tahun pelajaran 2015/2016, masih duduk di kelas VI pada SD/MI yang bersangkutan.
  • Lulus Ujian Nasional.
  • Usia setinggi-tingginya 18 tahun pada awal tahun pelajaran 2015/2016 (± 23 Juli 2015)
  • Belum dan tidak akan menikah selama mengikuti pendidikan

Persyaratan Khusus

  1. Mengisi formulir pendaftaran yang disediakan panitia.
  2. Formulir yang sudah diisi lengkap diserahkan dengan melampirkan :
    1. Fotocopy STTB yang dilegalisir dengan menunjukkan aslinya.
    2. Menyerahkan SKHUS asli.
    3. Fotocopy raport kelas IV dan V yang telah dilegalisir Kepala Sekolah
    4. Menyerahkan pas photo 3×4 berwarna sebanyak 3 lembar.
    5. Menyerahkan fotocopy akte kelahiran 1 lembar.
    6. Menyerahkan fotocopy KK dan KTP orang tua yang berdomisili di Kecamatan Banjarnegara dengan menunjukkan aslinya.
    7. Menyerahkan fotocopy piagam prestasi yang dilegalisir beserta aslinya.
    8. Piagam tingkat nasional, provinsi, dan kabupaten yang disahkan oleh Kepala Dinas Pendidikan/ Kemenag Kabupaten.
    9. Piagam tingkat kecematan disahkan oleh Kepala UPT Dindikpora Kecamatan/ Pengawas pendais dimana piagam tersebut diperoleh.
  3. Berkas poin 2.1 d. 2.9 dimasukkan ke dalam stopmap yang telah disediakan panitia.
  4. Pendaftaran tidak dipungut biaya.
  5. Semua calon peserta didik yang dinyatakan diterima wajib melaksanakan pendaftaran ulang pada tanggal dan waktu yang telah ditentukan. Dan apabila sampai batas tanggal dan waktu yang ditentukan tidak melakukan pendaftaran ulang, maka dianggap mengundurkan diri sebagai calon peserta didik SMP Negeri 2 Banjarnegara tahun pelajaran 2015/2016.

Ketentuan Penerimaan Calon Peserta Didik Baru

  1. Seleksi Calon Peserta Didik Baru SMP Negeri 2 Banjarnegara
    1. Nilai Ujian Sekolah (US) SD/MI, yang tertera pada SKHU S/M yang diterbitkan oleh Dinas Provinsi Jawa Tengah meliputi mata pelajaran Bahasa Indonesia, Matematika, dan IPA.
    2. Nilai Bonus Calon Peserta Didik
      • Tempat tinggal (domisili) calon peserta didik.
      • Prestasi bidang akademik (Lomba mata pelajaran, olimpiade, siswa teladan, dll)
      • Prestasi bidang olah raga (Atletik, renang, bola voly, bola basket, sepak bola, sepak takraw, bulu tangkis, judo, karate, pencak silat, dll)
      • Prestasi bidang kesenian (Seni tari, seni suara, seni musik, seni lukis, seni baca Al Qur’an (MTQ), seni pendalangan, seni kriya, seni baca puisi/geguritan)
      • Prestasi bidang keterampilan (Pramuka, PMR, UKS, dan atau pengembangan potensi siswa lainnya)
      • Tes akademik bisa dilaksanakan apabila pendaftar melebihi kuota yang dibutuhkan.
    3. Penentuan Pembobotan Nilai dan Bonus Penerimaan Peserta Didik Baru.
      1. Pembobotan Nilai.
        Nilai Ujian Sekolah (US) SD/MI, meliputi Bahasa Indonesia, Matematika, dan IPA diberikan bobot 3.
      2. Bonus Calon Peserta Didik
        • Bonus tempat tinggal (domisili) calon siswa.

        Bonus diberikan untuk calon siswa yang bertempat tinggal (domisili) dalam satu wilayah Kecamatan Banjarnegara  dengan bobot 0,50.

        • Bonus siswa berprestasi secara umum diberikan untuk kejuaraan Tingkat Provinsi, Kabupaten, dan kecamatan dengan rincian sebagai berikut:
        No Tingkat Kejuaraan Juara
        I II III
        1. Provinsi 3,00 2,75 2,50
        2. Kabupaten 1,50 1,25 1,00
        3. Kecamatan 0,75 0,50 0,25

        Catatan: Tambahan bonus hanya dapat diambil dari salah satu prestasi tertinggi yang diperoleh, bukan dari seluruh nilai kegiatan yang sejenis.

        • Prestasi calon peserta didik yang pernah meraih kejuaraan tingkat nasional/internasional dengan peringkat I, II, dan III untuk bidang akademik, olah raga, kesenian, dan keterampilan/ pengembangan potensi siswa lainnya, maka calon dapat langsung diterima tanpa melalui seleksi sebagaimana mestinya.
      3. Bonus prestasi di atas diakui apabila dicapai pada waktu yang bersangkutan menjadi siswa SD/MI.
      4. Penyelenggara kejuaraan adalah instansi atau organisasi yang berkompeten, misal pemerintah, organisasi profesi yang sesuai bidang lomba, dan organisasi dibawah instansi terkait.

Jadwal Kegiatan

  1. Pengambilan formulir tanggal 15 s.d. 29 Juni 2015
  2. Verifikasi berkas pendaftaran (Pengembalian formulir dan pemberkasan) tanggal 22 s.d. 29 Juni 2015
  3. Analisis penyusunan peringkat (jurnal peringkat) mulai hari Kamis tanggal 2 Juli 2015
  4. Pengumuman hasil seleksi hari Sabtu tanggal 4 Juli 2015
  5. Pendaftaran ulang dari tanggal 6 s.d. 8 Juli 2015

Daya Tampung

Daya Tampung peserta didik baru kelas VII tahun pelajaran 2015/2016 SMP Negeri 2 Banjarnegara adalah sebanyak 8 kelas, dengan masing-masing kelas berkapasitas 32 siswa, sehingga total peserta didik yang diterima adalah 256 siswa.

Lingkungan Sehat-Lingkungan Hijau Berangkat dari Sini, dari Diri Kita Sendiri.

Kini, krisis energi tengah menjadi problematika bagi setiap negara di dunia. Pun dengan negara kita, Indonesia. Musim tropis yang menjadi ciri khas negara yang dilalui garis khatulistiwa ini kini tak lagi dapat di prediksikan, global warming pun telah melanda negara yang dulu sering disebut Zamrud Khatulistiwa. Eksploitasi yang berlebihan terhadap sumber daya alam tak terbarukan terjadi dimana-mana karena manusia tidak pernah puas dengan apa yang dimilikinya. Keinginan untuk meningkatkan kenyamanan hidup, yang sayangnya tak dibarengi  dengan sikap bijaksana dalam memanfaatkan sumber daya alam, menjadi penyebab utama krisis ini.

Maka kondisi yang diperparah dengan pemanasan global ini merupakan akibat langsung aktivitas manusia dalam mengeksploitasi sumber daya alam dan energi. Emisi karbondioksida—hasil proses produksi, konsumsi, dan distribusi yang tidak terkontrol atau berlebihan—telah menutupi lapisan atmosfer dan menjadi penyebab kenaikan suhu bumi secara global. Bencana banjir, tanah longsor, kekeringan, dan menyebabkan wabah penyakit ke wilayah-wilayah baru hanyalah segelintir dari setumpuk dampak yang ditimbulkan dari pemanasan global ini. Dalam jangka panjang, bukan mustahil kehidupan di bumi ini akan punah bila kita tidak segera mengambil langkah pencegahan, antara lain dengan bersikap lebih sensitif dan peduli terhadap lingkungan sekitar kita.

Kabupaten Banjarnegara adalah salah satu dari 29 kabupaten di Jawa Tengah yang turut terkena imbas dari pemanasan global ini. Masih segar diingatan kita, bencana tanah longsor 2004 di desa Sijeruk, Kecamatan Banjarmangu dan sepuluh tahun kemudian disusul oleh bencana tanah longsor di dusun Jemblung,desa Sampang, Kecamatan Karangkobar, selain dua hal tersebut di akhir tahun 2014 disaat tingkat intensitas hujan yang begitu tinggi di Banjarnegara juga, Sungai  Serayu sempat mengalami banjir besar, banyak pohon dan pertanian di sekitar daerah aliran sungai Serayu hilang diterpa banjir yang besar, beruntung tidak menimbulkan korban jiwa. Selain itu, iklim di Banjarnegara yang tak lagi seperti dulu menjadi dampak dari perubahan iklim global. Banjarnegara kota yang termasuk dalam area dataran tinggi, kini mulai kehilangan ciri khas udara dinginnya, musim hujan dan panas yang tak menentu, menjadikan banyak terjadinya kekeringan, kegagalan panen, hingga harus melakukan pergantian tanaman pertanian karena musim yang tidak dapat diprediksikan. Namun bagaimanakah kita sebagai warga Banjarnegara menyadari akan kondisi seperti ini? Akankah kita hanya tinggal diam dan menunggu kerusakan yang lebih parah terjadi? Atau kah bergerak untuk melakukan sesuatu?

Berangkat dari sedikit kesadaran akan hal di atas, maka kami selaku salah institusi yang bergerak dalam bidang pendidikan, tergerak untuk mengembalikan lingkungan kita menjadi lingkungan yang sehat dan lingkungan yang hijau dari sini (pen: SMP Negeri 2 Banjarnegara). Dengan lingkungan yang terdiri dari banyaknya generasi muda yang semangat untuk menimba ilmu, kesadaran komunal untuk membuat lingkungan menjadi sehat dan hijau pun dimulai. Penggalakan hutan sekolah, penanaman tanaman sayur dan buah dengan memanfaatkan media polibag, melakukan inovasi pertanian dengan berbagai media tanam, pergantian berkala tanaman, dan memperindah area sekolah dengan berbagai tanaman hias dan tanaman produksi terus berusaha ditingkatkan dan digalakkan. Hal ini dilakukan bersama serentak oleh seluruh stakeholder yang ada di lingkungan SMP Negeri 2 Banjarnegara.

Dalam kurun waktu 1 tahun sesuai dengan semboyan “kita akan menuai apa yang kita tanam” adalah sebuah keniscayaan. Kini senyum-senyum hangat, dan keceriaan yang terpancar dari wajah anak-anak yang bermain di koridor saat istirahat, bertambah dengan keindahan dan keasrian lingkungan yang hijau menyejukkan mata siapa saja yang memandangnya. Nama sekolah konservasi yang disematkan oleh universitas konservasi, Universitas Negeri Semarang (Unnes) adalah sebuah hadiah terhadap usaha menjaga kelestarian lingkungan, lebih dari itu usaha menjaga kehijauan dan kesehatan lingkungan ini selayaknya tak berhenti di sini, melainkan terus dan terus untuk dilestarikan. Karena lingkungan sehat-lingkungan hijau berangkat dari sini, dari diri kita sendiri….

Biopori, Lubang Hitam Penyelamat Bumi

Isu yang bermanfaat yang harus terus disampaikan kepada masyarakat adalah berhubungan dengan Lubang Resapan Biopori (LRB). Kondisi bumi yang kian memprihatinkan karena resapan dan buruknya drainase kota membuat banyak pihak khawatir. Belum lagi masalah produksi sampah yang terus meniningkat. Maka tak heran jika banjir dan tanah longsor menjadi ancaman yang nyata.

Lubang Resapan Biopori (LRB) merupakan upaya untuk menanggulangi hal-hal tersebut di atas. Dengan kata lain, teknologi tepat guna ini berfungsi sebagai sumur resapan. Tidak hanya di pekarangan rumah, lubang ini dapat dibuat dimana saja. Termasuk dalam hal ini di taman sekolah. Lubang Resapan Biopori telah ada di SMP Negeri 2 Banjarnegara kurang lebih selama 2 tahun berjalan. Hal ini merupakan salah satu bentuk kesadaran lingkungan dan pentingnya menjaga kelestarian air dan tanaman.

Terhitung di SMP Negeri 2 Banjarnegara dapat ditemukan 6 lubang resapan biopori yang telah beroperasi. Meski pun ketika hujan yang cukup besar terjadi, keenam lubang resapan tersebut belum dapat berfungsi maksimal karena besarnya volume air hujan yang mengguyur Banjarnegara belakangan ini, namun hal ini cukup mengurangi efek negatif dari berlebihannya air hujan yang jatuh ke tanah. Terbukti di area hijau dan sekitar lingkungan SMP Negeri 2 Banjarnegara ketika hujan melanda genangan-genangan air tidak begitu banyak, kontur tanah di lingkungan SMP Negeri 2 Banjarnegara juga cenderung relatif lebih lembab dibandingkan daerah lain, karena cadangan resapan air tanah yang berasal dari hujan masuk dan meresap dengan baik ke dalam tanah. Maka tidak mengherankan jika lingkungan SMP Negeri 2 Banjarnegara terlihat sejuk dan hijau meski pada musim kemarau.

Kemudian, bagaimana cara membuat LRB ini? Dengan mudah setiap orang mampu membuat Lubang Resapan Biopori dengan manual. Caranya, lubangi tanah pekarangan sedalam 100 sentimeter dan diameter 10 sampai dengan 30 sentimeter. Jika permukaan tanahnya dangkal, atur agar lubang biopori  tidak melebihi kedalaman permukaan air tanah.  Selanjutnya, isi lubang tersebut dengan sampah organik—misalnya sisa makanan, daun-daunan, atau sisa sayur. Dengan begitu cacing tanah akan hidup dalam lubang tersebut. Nantinya cacing inilah yang akan membentuk pori-pori tanah sebagai media resapan air, dalam hal ini air hujan. Rongga tanah ini akan mempercepat resapan air ke dalam tanah.

Di atas lubang ini, tambahkan lingkaran beton berukuran kecil, atau dapat juga menggunakan pipa PVC dengan ukuran cukup besar beserta tutup pipa yang memiliki lubang-lubang udara, selain itu dapat juga menggunakan yang serupa dengan con block segi enam. Kemudian, untuk permukaan paling atas, pasanglah teralis, atau tutup pipa besar berlubang tadi. Alat terakhir berfungsi sebagai saringan jika hujan turun  membawa sampah dan menghalangi meresapnya air ke dalam tanah.

Terbukti bukan, bahwa lubang resapan ini mudah dibuat dan tidak membutuhkan biaya besar? Apalagi dari tindakan sederhana ini kita bisa mendapatkan manfaat yang begitu besar—diantaranya, efektif mengurangi genangan air di pekarangan rumah/sekolah/taman.   Harapannya kedepan Lubang Resapan Biopori di lingkungan SMP Negeri 2 Banjarnegara ini dapat ditambah sekaligus sebagai sarana sosialisasi betapa pentingnya menjaga kelestarian alam dari hal terkecil berupa Lubang Resapan Biopori, si lubang penyelamat Bumi. (Al Khansa)

Sekolahnya Baradek dan Barata…

Pagi baru saja menjelang, ketika waktu menunjukkan pukul 06.30 di depan gerbang sekolah yang kokoh telah berdiri dua-tiga Bapak-Ibu guru tersenyum dengan khasnya bersiap menyambut kedatangan putra-putri terbaiknya yang bersemangat untuk mengenyam ilmu di sini, ketika waktu bergulir-mereka satu-satu turun dari kendaraan umum yang membawa mereka ke sekolah dari berbagai penjuru baik yang jauh maupun yang dekat, mereka memiliki tekad yang sama yaitu menuntut ilmu dengan baik di sini, berjalan perlahan dan kemudian berbaris, tersenyum, bersalaman, sejenak bel tanda masuk berbunyi, tak lama kemudian terdengar gema ayat suci yang menggetarkan, selanjutnya terlihat  kesemangatan langkah-langkah kaki bapak-ibu guru untuk menebar ilmu menuju kelas-kelas, keceriaan dan kesemangatan dalam proses pembelajaran terasa memenuhi hawa sekolah ini, pun tak jarang sayup terdengar nyanyian dari para siswa di kelas seni, atau senyapnya kelas yang tengah memperhatikan dengan seksama penjelasan Bapak atau Ibu guru  yang tengah menerangkan, kemudian berselang dengan berjalannya waktu dan ketika pintu-pintu kelas terbuka, lantas anak-anak berlarian menuju kantin kemudian memilih dan memilah mana yang ingin dinikmati dan selanjutnya berbaris rapi membayar serta mengambil kembalian sendiri di kantin kejujuran, dentingan bel berbunyi dan anak-anak kembali memasuki kelasnya, dengan hikmat kembali ke dalam kelasnya masing-masing melanjutkan pembelajaran hingga dentingan bel pulang berbunyi.

Begitulah kira-kira aktivitas keseharian yang dilalui oleh anak-anak di sekolah ini. Sekolah siapa ini? ini adalah sekolahnya para Baradek dan Barata siswa-siswi terbaik yang dititipkan oleh orang tua mereka untuk mengenyam pendidikan di sekolah menengah pertama, SMP Negeri 2 Banjarnegara. Apakah itu Baradek dan Barata? Ini adalah salah satu keistimewaan dari sekolah ini,  dan di Banjanegara hal tersebut hanya dapat ditemui di sekolah ini. Sekolah yang terkenal akan kedisiplinannya ini memiliki sebutan yang unik bagi putra-putri terbaik yang belajar di sini.  Baradek adalah sebutan bagi siswa putra SMP Negeri 2 Banjarnegara yang memiliki ciri berambut cepak model bros, atau dengan kata lain Baradek adalah akronim dari Barisan Rambut Pendek. Sedangkan Barata adalah sebutan bagi siswi SMP Negeri 2 Banjarnegara yang dari jaman dulu juga mempunyai ciri khas tiada duanya, yaitu berkucir dua dan berpita, pita biru untuk hari Senin hingga Kamis, dan pita putih untuk hari Jumat dan Sabtu. Maka Barata ini adalah akronim dari Barisan Rambut Berpita.

Bukan tanpa sebab aturan ini berlaku tegas bagi siswa-siswi yang memasuki sekolah ini. Dua hal ini adalah salah satu upaya untuk mendisiplinkan anak dan membuat anak fokus pada proses belajar mengajar, bukan pada dandanan apa yang akan mereka gunakan pada hari itu, atau model rambut apa yang tengah in  saat itu. Selain model rambut, sekolah ini juga mewajibkan siswa-siswinya menggunakan sepatu dan kaos kaki yang sama, pun batasan cara memakainya. Semua sama, pun memiliki tujuan yang sama. Itulah kiranya gambaran yang ingin tercipta dari sekolah ini, tidak membedakan dari keluarga mana, berasal dari daerah mana, atau pun kondisi ekonomi seperti apa. Semua yang masuk ke dalam sekolah ini maka akan diperlakukan sama dan mematuhi semua aturan dengan tertib tanpa terkecuali.

Nah dengan aktivitas keseharian para baradek dan barata tersebut apakah mereka merasa bosan? Seorang-dua orang anak yang kemudian disodorkan pertanyaan tersebut menjawab dengan senyum malu-malu dan kemudian menggangguk, tentu hal tersebut merupakan bentuk kejujuran yang perlu diapresiasi. Kemudian yang lain menjawab: “tidak!” dengan tegasnya-mereka yang berkata tidak beralasan bahwa dengan mereka berangkat sekolah, mereka  bisa bertemu teman-teman dan belajar bersama, begitu pula bagi mereka yang memiliki bakat dibidang non-akademik, untuk mereka SMP Negeri 2 Banjarnegara adalah sekolah yang tepat untuk mengembangkan bakat mereka, di sekolah ini bidang-bidang non-akademik mendapatkan tempat yang seimbang dengan bidang akademik sehingga mereka mampu dengan bebas mengembangkan bakat-bakat yang dimilikinya.

Begitulah gambaran sederhana dari aktifitas anak-anak di sekolah ini. sekolah yang mendapatkan julukan sebagai green school ini memiliki aktifitas yang cukup beragam, tidak hanya bagi siswa namun juga bagi guru. Pengembangan diri bagi siswa meliputi kegiatan akademik dan non akademik. Kegiatan akademik selain proses belajar mengajar di kelas, terdapat pula proses praktik lapangan seperti menanam, merawat sayur dan bunga, berbagai macam bentuk praktik pertanian, serta penelitian di laboratorium IPA, bahasa, dan komputer. Di bidang non akademik, setiap sore hari menjelang SMP Negeri 2 Banjarnegara akan dipenuhi dengan berbagai macam aktifitas anak-anak. Mulai dari karate, pecak silat, musik, jurnalistik, basket, badminton, PMR, drum band, dan juga voli. Sedangkan bagi Bapak-Ibu guru di SMP ini mereka juga dituntut untuk mengembangkan diri sesuai dengan bakat atau pun spesialisasinya, maka tak jarang selain mereka aktif mengajar di kelas kita akan bisa menjumpainya di pekarangan-pekarangan sekolah tengah berkebun merawat berbagai macam tanaman, atau yang lain mungkin tengah membuat eksperimen dengan berbagai metode mengajar yang tepat bagi siswa, atau yang lain mengembangkan bidang tulis menulis, atau pun penelitian.

Itulah aktivitas di sekolahnya para Baradek dan Barata ini. sekolah dengan segala kelebihan dan kekurangannya, yang tak mau menyerah dengan apa yang sudah dimiliki namun senantiasa berusaha untuk berinovasi untuk pendidikan yang lebih baik…

Partisipasi Esphero dalam Launching Arboretum Bambu Nasional

21 April 2015 tepat saat peringatan hari Kartini, 16 siswa pasukan merah dari esphero bersiap untuk menghadiri Launching Arboretum Bambu Nasional dan sekaligus berpartisipasi dalam penanaman bersama berbagai  macam jenis pohon bambu  di area hijau waduk mrican. Disampaikan oleh Wakil Bupati Banjarnegara sekaligus Ketua Kongres Sungai Indonesia 2015 Bapak Hadi Supeno dalam launching arboretum bambu nasional mengatakan bahwa kegiatan penanaman bambu ini merupakan pra-acara diadakannya kongres sungai Indonesia yang  akan diadakan pada tanggi 21-26 Agustus 2015 di Banjarnegara sebagai salah satu rangkaian kegiatan festival Serayu 2015, dan diikuti oleh seluruh pemangku sungai di seluruh Indonesia. Sedangkan Arboretum bambu sendiri, berarti penanaman berbagai macam jenis bambu di wilayah yang disediakan atau arboretum (taman).  Arboretum ini berukuran 10 hektar yang berada di lingkungan hijau waduk mrica. Penyediaan lahan 10 hektar merupakan lahan hibah dari PT. Indonesia Power selaku pengelola area waduk mrica.  Penanaman di lingkungan waduk mrica berguna untuk kembali memproduktifkan produksi air tanah yang seperti kita ketahui pohon bambu merupakan salah satu jenis tanaman yang memproduksi air tanah paling banyak.

Dalam launching arboretum bambu nasional Hadi Supeno menambahkan kegiatan ini diikuti oleh seluruh instansi pemerintah di kabupaten Banjarnegara, LSM, dinas perhutani, Pecinta Alam, karang taruna, siswa-siswa dari berbagai sekolah di Banjarnegara, termasuk siswa-siswi SMP Negeri 2 Banjarnegara, penggiat seniman Banjarnegara, dan tamu-tamu undangan dari luar Banjarnegara.  Kegiatan ini mampu terlaksana dengan semangat gotong royong dan kerjasama dari berbagai pihak.harapan dengan terlaksananya penanaman bersama arboretum bambu ini adalah menjadikan Banjarnegara yang semakin hijau dalam upaya membangun kabupaten Banjarnegara menjadi kabupaten konservasi. Sehingga meminimalisir adanya bencana tanah longsor, banjir, dan waduk mrica bertahan lebih lama sehingga dapat dinikmati oleh anak-cucu kita kedepannya. Tindak lanjut dengan suksesnya kegiatan penanaman arboretum bambu ini adalah penghijauan  diseluruh kabupaten Banjarnegara, keterlibatan seluruh warga Banjarnegara untuk sadar lingkungan dan menanam tanaman produksi, serta bersihnya sungai-sungai di Banjarnegara.

Kepala Kantor Lingkungan Hidup Banjarnegara menambahkan dengan terselenggara pencangan arboretum bambu nasional tahun 2015 ini, berbagai jenis bambu asli Indonesia dapat tertanam di area arboretum ini diantaranya adalah jenis bambu apus, bambu gendani, bambu wuluh, bambu petung, bambu tutul, bambu tali, bambu kuning, dan lain-lain. Pada kegiatan kali ini ditanam 11 jenis bambu asli jawa dengan jumlah 1.500 batang, selain itu akan ditanam pula 17.000 batang pohon aren yang tersebar di 70 desa yang berada di tepi sungai Serayu, sungai Pekacangan, sungai Tulis, sungai Mrau, sungai Sapi, dan sungai-sungai yang ada di kabupaten Banjarnegara. Harapan dari terlaksananya serangkaian acara arboretum bambu ini ada tiga, yang pertama adalah ingin melestarikan jenis-jenis bambu di Indonesia agar tidak punah, sebagi sarana pendidikan bagi anak-anak akan berbagai jenis bambu yang ada, ketiga ketika arboretum bambu ini terlestarikan maka dapat dimanfaatkan sebagai sumber plasmanutfah, sumber gen, dapat diambil sebagai objek penelitian untuk dapat dikembangkan di masa yang akan datang.

Partisipasi siswa-siswi esphero kali ini memberikan banyak ilmu, dan kebermanfaatan untuk dapat di praktikan kembali di lingkungan esphero sendiri. Hari ini siswa-siswi esphero belajar tidak hanya berkotor-kotor ria menanam bambu, melainkan menadapatkan ilmu bagaimana bercocok tanam yang baik, dan mengenal berbagai macam jenis bambu di Indonesia, di jawa pada umumnya. Selain hal tersebut, siswa-siswi esphero juga belajar untuk bersosialisasi dengan berbagai macam kalangan dan siswa-siswi sekolah lain. (Al Khansa)

Menjaga Diri-Menjaga Lingkungan

Kembali mengingat sebuah kalimat “menjaga/merawat  akan lebih sulit dari pada menciptakan/membeli”. Rasanya tak salah jika kalimat itu tercipta, hal itulah yang mungkin senantiasa tengah dicoba untuk dipertahankan oleh esphero. Lingkungan esphero yang telah dinikmati saat ini adalah hasil kerja keras dalam menciptakan sebuah lingkungan hijau yang sehat dan sejuk dari seluruh stakeholder yang ada di sekolah ini, maka menjadi tantangan pula bagi seluruh keluarga besar esphero untuk dapat menjaganya.

Deretan pot-pot sayur, pot-pot bunga yang telah terisi dan tanaman yang berada di area taman menjadi PR besar bagi semuanya untuk ikut serta menjaga dan merawatnya. Berbagai macam program telah dilakukan mulai dari program pertanian berupa pemupukan, pergantian tanaman, pembasmian hama-hama pengganggu dan penyiraman secara teratur. Hal  ini masih di rasa kurang mengingat, kegiatan tersebut tidak dapat dilakukan oleh satu-dua orang saja, melainkan menjadi tanggung jawab bersama seluruh keluarga besar esphero yang terdiri dari siswa-siswi, bapak-ibu guru, karyawan tata usaha, dan juga bapak-bapak yang senantiasa bekerja untuk menjaga kebersihan dan kerapihan sekolah ini.

Kesadaran diri mulai dibangun dari hal kecil, berupa membuang sampah sesuai dengan jenisnya pada tempatnya masing-masing. Di esphero ini terdapat tiga jenis tempat sampah. Yang pertama adalah tempat sampah organik, tempat sampah ini untuk jenis sampah yang mampu di daur ulang dan mampu terurai secara alami seperti sisa-sisa makanan, sayuran. Kedua, adalah tempat sampah anorganik, ini adalah untuk sampah yang tidak dapat di daur ulang apalagi terurai secara alami, sampah jenis ini seperti plastik-plastik pembungkus jajan dan kertas-kertas pembelajaran yang tidak terpakai. Untuk jenis tempat sampah yang ketiga adalah jenis sampah botol, yaitu botol-botol minuman yang sudah habis. Untuk jenis tempat sampah ketiga ini akan digunakan untuk media tanam, atau pun untuk dikumpulkan dan diorganisirkan agar rapi dan dapat dimanfaatkan kembali.

Hal sederhana tersebut telah berjalan cukup efektif di lingkungan esphero ini. sampah mampu terorgannisir dengan baik. Sedangkan untuk sampah-sampah daun, esphero  memiliki cara jitu untuk dapat membersihkannya, yaitu dengan menjadikan siswa-siswa yang terlambat dating ke sekolah menjadi agen-agen konservasi. Ini menjadi sarana penyadaran secara tidak langsung bagi diri mereka pribadi akan arti penting kedisiplinan terhadap waktu, dan kesadaran lingkungan.

Cara berikutnya untuk menumbuhkan kesadaran lingkungan. Esphero memiliki mata pelajaran mulok pertanian, ini menjadi sarana tambahan ilmu bagi anak-anak akan berbagai macam ilmu pertanian, karena selain teori yang mereka dapatkan dalam proses pembelajaran di kelas, mereka juga mendapatkan aplikasi langsung dengan praktik langsung di lahan hijau sekitar sekolah. Ini memberikan efek positif, karena setidaknya anak-anak memiliki bekal bagaimana bercocok tanam yang baik, dan telah mereka praktikkan secara langsung.

Dua hal tersebut  yang saat ini tengah mencoba untuk dilakukan secara konsisten oleh esphero. Dua hal sederhana yang jika ini dilakukan secara berkelanjutan akan memberikan efek besar bagi keberlangsungan lingkungan hijau dan sehat di esphero.

Esphero, Apa ya??? (Feature)

Sebuah nama yang tak asing bagi warga Banjarnegara, terutama yang berada di arah Barat pusat kota Banjarnegara, bahkan nama ini cukup termasyhur hingga ke kabupaten tetangga. Sebenarnya esphero ini apa sih? Dan kenapa nama ini bahkan di kenal oleh tetangga kota pensiunan ini? Yuk mari sejenak kita ikuti kilasan mengenai nama ini.

Esphero merupakan sebuah akronim untuk kalimat esempe loro atau dalam bahasa Indonesia menjadi SMP 2. Nah kalau SMP 2 maka logikanya akan banyak SMP 2 dalam sebuah kabupaten, apalagi dengan kabupaten yang menamakan nama sekolahnya berdasarkan kecamatan sekolah tersebut berada seperti di Banjarnegara ini. Tapi mengapa ketika mengatakan esphero hamper semua orang akan mengetahui SMP yang mereka maksud adalah SMP Negeri 2 Banjarnegara ini?

Jawabnya mari kita beranjak kepada kilasan berikutnya. Sekolah ini terletak di pinggir jalan raya utama penghubung kota bahkan jalan utama penghubung provinsi, persis berada di pinggir jalan tak membuat sekolah ini menjadi sekolah yang mepet-mepet penuh dengan bangunan, namun dari gerbang utama begitu membelokkan kaki dari arah jalan raya kita akan disambut oleh kehijauan yang disajikan, tak hanya warna hijau  bangunan sekolah yang sudah berdiri  sejak tahun 1976 ini, melainkan nuansa yang tercipta dari adanya hutan mini esphero sendiri. Di kanan-kiri sepanjang jalan menuju gerbang sekolah kehijauan tercipta dari bersihnya rerumputan, pohon-pohon besar menjulang dari jati hingga cantiknya pinus yang tertata rapi. Beranjak memasuki gerbang sekolah akan langsung disuguhi deretan gedung berderet berwarna hijau yang merupakan bangunan utama aktivitas belajar mengajar, namun yang menarik sebelum memasuki bagian gedungnya kita akan sejenak dibawa kepada suasana pegunungan, berderet tanaman sayur dan buah tertata rapi dalam polibag-polibag yang menggoda siapa pun yang melewati untuk memetiknya. Sambutan ramah Bapak-Ibu petugas Tata Usaha dan bahkan mungkin Kepala Sekolah akan melegakan siapa pun yang berkepentingan di sini. Tak hanya di luar, begitu memasuki bagian utama sekolah ini maka akan disuguhkan pemandangan nan asri, dari koridor-koridor yang di hiasi cantiknya tanaman-tanaman hias, taman-taman yang dipenuhi bunga dan pohon-pohon besar, juga variasi berbagai macam sayur-sayuran berbagai macam jenis dan ukuran. Sebuah pemandangan sejuk bagi siapa saja yang memasuki area lingkungan ini. dan pemandangan ini tidak bisa ditemui disemua sekolah yang ada di Banjarnegara. Sebelum ditetapkan sebagai green school sekolah ini telah terlebih dahulu membenahi dirinya dan menghijaukan lingkungan. Ini merupakan wujud dari kesadaran bersama akan lingkungan sekitar, dan betapa pentingnya ruang terbuka di tempat-tempat fasilitas umum, dan utamanya fasilitas pendidikan seperti di esphero ini. (Al Khansa 210415)

esphero di hati

By Dyah Oki

Malam kian larut, dingin menghampiri, disudut kota budaya seorang diri aku tengelam dalam MAMIMOMAnya Rosemary Kasenly, ditemani suara televisi yang entah sedang memanerkan produk penuh kebohongan! Hanya itu, hanya itu yang dapat aku lakukan sebulum mata ini terpejam. Yah …sebagai MABA (Mahasiswa Baru) disalah satu perguruan tinggi swasta di Yogyajarta. UST (Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa), atau lebih dikenal dengan nama universitasnya Ki Hadjar Dewantara , karna memang beliau yang mendirikannya . Bukan universitas yan terbilang terkenal, yaahh itulah UST. Berdasarkan berbagai pertanyaan baik pada kakak senior atau dosen saya dapat menyimpulkan kalau UST adalah UNIVERSITAS UNTUK RAKYAT INDONESIA. Mengapa? Awalnya UST akan dijadikan perguruan tinggi negeri namun Ki Hadjar Menolak, beliau beranggapan mayoritas perguruan tinggi negeri di Indonesia khususnya, diperuntukan pada mereka yang koceknya tebal, apabila untuk beasiswa baik bidik misi maupun PMDK hanya segelintir orang dari sekian banyak orang. Maka Ki Hadjar menginginkan perguruannya diperuntukan untuk mereka kaum menengah kebawah. Dan saya bangga ada di dalamnya , seperti rasa bangga yang dulu pernah ada. 6 tahun lalu aku hanya seonggok pasir yang jika ditiup hilang bersama angin. Lemah dan berdaya. Masih terekam jelas putih merah seragam SD yang ku kenakan, memandang kokohnya bangunan yang didalamnya ada sinar-sinar lilin. Sinar-sinar yang terus memberi penerangan pada kegelapan.

Betapa banganya aku melangkah, menapakan kaki pada bangunan itu, ku pandang, ku perhatikan, hingga ku temukan papan sederhana berwarna putih dan tertulis dengan jelas “SMP Negeri 2 Banjarnegara” atau yang lebih dikenal dengan nama “ESPHERO”. Hari-hari pertama kulalui dengan mengenal apa yang ada didalamnya. Belum pernah aku merasa kehangatan yang begitu indah seperti ini. “EVER ON WORD” selanjutnya yang mulai ditanamkan oleh linkungan ESPHERO pada dada kami, inilah semangat luar bisa yang pada detik ini pun masih terasa membara. Bayangkan saat itu hanya ESPHERO yang mewajibkan untuk berkucir dua dan berpita (parempuan), rambut bros (laki-laki), sepatu sampai kaos kaki yang bermerk sama. Sampai pernah ketika aku main bersama teman-temn dikata anak panti asuhan, karena semuanya sama. Yaahhhh tapi itulah cara awal, cara klaisk yang mujarab untuk menanamkan kedisiplinan pada kami. Perjalanan hidup ku di ESPHERO tidak mulus, tidak sesenang yang mungkin beberapa orang rasakan. Baru kelas XII saya sudah menjadi pengurus OSIS, dan itu artinya akan banyak kegiatan keOSISan yang harus ku ikuti dilain KBM dan eskul. Bersama teman seperjuangan saya (Fatimah Atun, Prasetyo Adhi W., Fitra Aprilianto, Baktya Tri S.,) kami kadang harus menutup telinga ketika banyak teman memanggil kami “Bu/Bpk OSIS……”dengan nada yang membuat kami geli. Namun kenikmatan menjadi pengurus OSIS makin terasa ketika kami banyak dilibatkan pada kegiatan-kegiatan sekolah. Seperti Mading, Pramuka, Barata/Baradek, Drumband, dll. Walaupun rasa capek melanda, kami jarang mengeluh karena mengeluh HARAM untuk anak ESPHERO yang di dadanya telah tertanam “EVER ON WORD”. Dengar kawan, barisan mana yang masih bertahan kala hujan dan panas mengiringi upacara-upacara di alun-alun Banjarnegara? Barisan mana yang selalu menunjukan kekreatfitasannya pada karnaval 17 agustus? team mana yang selalu memenangkan pertandingan dan perlombaan? Sekolah mana yang tiap 3tahun sekali ada porseni? Sekolah mana yang punya guru-guru hebat dan murid-murid amazing? TENTU HANYA ESPHERO !! sampai pada pertanyaan sekolah mana yang punya sarang burung? Sekolah mana yang ada kolam ikannya? Sekolah mana yang punya jalan keramat?hehheehe J. Mungkin tak akan pernah cukup majalah ini jika memuat semua kisah yang terjadi di ESPHERO, keringat dan air mata telah keluar bersama dengan noda putih dan hitam yang ku torehkan. semua cerita ini saya rasa tidak berlebihan ( gg Lebay gitu loh!! ). Dan aku terdiam sesaat saat menulis curhatan ku ini, ada rasa rindu mengeliat di dada. Rindu pada setiap sudut bangunan ESPHERO, rindu pada wibawanya bapak kepala sekolah, rindu pada tutur kata motivasi Bu Ida yang selalu menjadi bumerang bagi kami yang tengah lesu, rindu bentakan-bentakan Pk Agus DP yang membuat kami sekarang sadar pentinnya disiplin, rindu filosofis hidup seorang pahlawan ESPHERO Bp Nuraeni, rindu pada mereka yang mengabdikanya hidupnya untuk ESPHERO Bp Noer Tamat, Bp Surip, Ibu Umi, Ibu Titik, Ibu Ani, Ibu Esti, Ibu Sadar, Bp Cipto, Bp Ngatno, Mr Yusman, Ibu Paryati, Ibu Mugi, Ibu Wahyu, rindu pada kasih sayang Ibu Asih, dan rindu yang teramat pada Bp Yono (Alm) tak lupa Bp Agus, Pak Dakun (aku rindu traktirannya pak), Pk Paryono serta guru-guru lain yang mungkin belum disebutkan. Mungkin jika ada kata yang lebih dari terima kasih akan saya persembahkan untuk ESPHERO tercinta. Sekolah yang telah mendewsakan ku, sekolah yang telah menjadi rumah ke dua ku. dan akan selamanya terpatri dalam dada. Dan ini puisi karya Putri Dewi Gustiani yang masi ku hafal