Archive | April 2014

esphero di hati

By Dyah Oki

Malam kian larut, dingin menghampiri, disudut kota budaya seorang diri aku tengelam dalam MAMIMOMAnya Rosemary Kasenly, ditemani suara televisi yang entah sedang memanerkan produk penuh kebohongan! Hanya itu, hanya itu yang dapat aku lakukan sebulum mata ini terpejam. Yah …sebagai MABA (Mahasiswa Baru) disalah satu perguruan tinggi swasta di Yogyajarta. UST (Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa), atau lebih dikenal dengan nama universitasnya Ki Hadjar Dewantara , karna memang beliau yang mendirikannya . Bukan universitas yan terbilang terkenal, yaahh itulah UST. Berdasarkan berbagai pertanyaan baik pada kakak senior atau dosen saya dapat menyimpulkan kalau UST adalah UNIVERSITAS UNTUK RAKYAT INDONESIA. Mengapa? Awalnya UST akan dijadikan perguruan tinggi negeri namun Ki Hadjar Menolak, beliau beranggapan mayoritas perguruan tinggi negeri di Indonesia khususnya, diperuntukan pada mereka yang koceknya tebal, apabila untuk beasiswa baik bidik misi maupun PMDK hanya segelintir orang dari sekian banyak orang. Maka Ki Hadjar menginginkan perguruannya diperuntukan untuk mereka kaum menengah kebawah. Dan saya bangga ada di dalamnya , seperti rasa bangga yang dulu pernah ada. 6 tahun lalu aku hanya seonggok pasir yang jika ditiup hilang bersama angin. Lemah dan berdaya. Masih terekam jelas putih merah seragam SD yang ku kenakan, memandang kokohnya bangunan yang didalamnya ada sinar-sinar lilin. Sinar-sinar yang terus memberi penerangan pada kegelapan.

Betapa banganya aku melangkah, menapakan kaki pada bangunan itu, ku pandang, ku perhatikan, hingga ku temukan papan sederhana berwarna putih dan tertulis dengan jelas “SMP Negeri 2 Banjarnegara” atau yang lebih dikenal dengan nama “ESPHERO”. Hari-hari pertama kulalui dengan mengenal apa yang ada didalamnya. Belum pernah aku merasa kehangatan yang begitu indah seperti ini. “EVER ON WORD” selanjutnya yang mulai ditanamkan oleh linkungan ESPHERO pada dada kami, inilah semangat luar bisa yang pada detik ini pun masih terasa membara. Bayangkan saat itu hanya ESPHERO yang mewajibkan untuk berkucir dua dan berpita (parempuan), rambut bros (laki-laki), sepatu sampai kaos kaki yang bermerk sama. Sampai pernah ketika aku main bersama teman-temn dikata anak panti asuhan, karena semuanya sama. Yaahhhh tapi itulah cara awal, cara klaisk yang mujarab untuk menanamkan kedisiplinan pada kami. Perjalanan hidup ku di ESPHERO tidak mulus, tidak sesenang yang mungkin beberapa orang rasakan. Baru kelas XII saya sudah menjadi pengurus OSIS, dan itu artinya akan banyak kegiatan keOSISan yang harus ku ikuti dilain KBM dan eskul. Bersama teman seperjuangan saya (Fatimah Atun, Prasetyo Adhi W., Fitra Aprilianto, Baktya Tri S.,) kami kadang harus menutup telinga ketika banyak teman memanggil kami “Bu/Bpk OSIS……”dengan nada yang membuat kami geli. Namun kenikmatan menjadi pengurus OSIS makin terasa ketika kami banyak dilibatkan pada kegiatan-kegiatan sekolah. Seperti Mading, Pramuka, Barata/Baradek, Drumband, dll. Walaupun rasa capek melanda, kami jarang mengeluh karena mengeluh HARAM untuk anak ESPHERO yang di dadanya telah tertanam “EVER ON WORD”. Dengar kawan, barisan mana yang masih bertahan kala hujan dan panas mengiringi upacara-upacara di alun-alun Banjarnegara? Barisan mana yang selalu menunjukan kekreatfitasannya pada karnaval 17 agustus? team mana yang selalu memenangkan pertandingan dan perlombaan? Sekolah mana yang tiap 3tahun sekali ada porseni? Sekolah mana yang punya guru-guru hebat dan murid-murid amazing? TENTU HANYA ESPHERO !! sampai pada pertanyaan sekolah mana yang punya sarang burung? Sekolah mana yang ada kolam ikannya? Sekolah mana yang punya jalan keramat?hehheehe J. Mungkin tak akan pernah cukup majalah ini jika memuat semua kisah yang terjadi di ESPHERO, keringat dan air mata telah keluar bersama dengan noda putih dan hitam yang ku torehkan. semua cerita ini saya rasa tidak berlebihan ( gg Lebay gitu loh!! ). Dan aku terdiam sesaat saat menulis curhatan ku ini, ada rasa rindu mengeliat di dada. Rindu pada setiap sudut bangunan ESPHERO, rindu pada wibawanya bapak kepala sekolah, rindu pada tutur kata motivasi Bu Ida yang selalu menjadi bumerang bagi kami yang tengah lesu, rindu bentakan-bentakan Pk Agus DP yang membuat kami sekarang sadar pentinnya disiplin, rindu filosofis hidup seorang pahlawan ESPHERO Bp Nuraeni, rindu pada mereka yang mengabdikanya hidupnya untuk ESPHERO Bp Noer Tamat, Bp Surip, Ibu Umi, Ibu Titik, Ibu Ani, Ibu Esti, Ibu Sadar, Bp Cipto, Bp Ngatno, Mr Yusman, Ibu Paryati, Ibu Mugi, Ibu Wahyu, rindu pada kasih sayang Ibu Asih, dan rindu yang teramat pada Bp Yono (Alm) tak lupa Bp Agus, Pak Dakun (aku rindu traktirannya pak), Pk Paryono serta guru-guru lain yang mungkin belum disebutkan. Mungkin jika ada kata yang lebih dari terima kasih akan saya persembahkan untuk ESPHERO tercinta. Sekolah yang telah mendewsakan ku, sekolah yang telah menjadi rumah ke dua ku. dan akan selamanya terpatri dalam dada. Dan ini puisi karya Putri Dewi Gustiani yang masi ku hafal