Archive | February 2015

Menjaga Diri-Menjaga Lingkungan

Kembali mengingat sebuah kalimat “menjaga/merawat  akan lebih sulit dari pada menciptakan/membeli”. Rasanya tak salah jika kalimat itu tercipta, hal itulah yang mungkin senantiasa tengah dicoba untuk dipertahankan oleh esphero. Lingkungan esphero yang telah dinikmati saat ini adalah hasil kerja keras dalam menciptakan sebuah lingkungan hijau yang sehat dan sejuk dari seluruh stakeholder yang ada di sekolah ini, maka menjadi tantangan pula bagi seluruh keluarga besar esphero untuk dapat menjaganya.

Deretan pot-pot sayur, pot-pot bunga yang telah terisi dan tanaman yang berada di area taman menjadi PR besar bagi semuanya untuk ikut serta menjaga dan merawatnya. Berbagai macam program telah dilakukan mulai dari program pertanian berupa pemupukan, pergantian tanaman, pembasmian hama-hama pengganggu dan penyiraman secara teratur. Hal  ini masih di rasa kurang mengingat, kegiatan tersebut tidak dapat dilakukan oleh satu-dua orang saja, melainkan menjadi tanggung jawab bersama seluruh keluarga besar esphero yang terdiri dari siswa-siswi, bapak-ibu guru, karyawan tata usaha, dan juga bapak-bapak yang senantiasa bekerja untuk menjaga kebersihan dan kerapihan sekolah ini.

Kesadaran diri mulai dibangun dari hal kecil, berupa membuang sampah sesuai dengan jenisnya pada tempatnya masing-masing. Di esphero ini terdapat tiga jenis tempat sampah. Yang pertama adalah tempat sampah organik, tempat sampah ini untuk jenis sampah yang mampu di daur ulang dan mampu terurai secara alami seperti sisa-sisa makanan, sayuran. Kedua, adalah tempat sampah anorganik, ini adalah untuk sampah yang tidak dapat di daur ulang apalagi terurai secara alami, sampah jenis ini seperti plastik-plastik pembungkus jajan dan kertas-kertas pembelajaran yang tidak terpakai. Untuk jenis tempat sampah yang ketiga adalah jenis sampah botol, yaitu botol-botol minuman yang sudah habis. Untuk jenis tempat sampah ketiga ini akan digunakan untuk media tanam, atau pun untuk dikumpulkan dan diorganisirkan agar rapi dan dapat dimanfaatkan kembali.

Hal sederhana tersebut telah berjalan cukup efektif di lingkungan esphero ini. sampah mampu terorgannisir dengan baik. Sedangkan untuk sampah-sampah daun, esphero  memiliki cara jitu untuk dapat membersihkannya, yaitu dengan menjadikan siswa-siswa yang terlambat dating ke sekolah menjadi agen-agen konservasi. Ini menjadi sarana penyadaran secara tidak langsung bagi diri mereka pribadi akan arti penting kedisiplinan terhadap waktu, dan kesadaran lingkungan.

Cara berikutnya untuk menumbuhkan kesadaran lingkungan. Esphero memiliki mata pelajaran mulok pertanian, ini menjadi sarana tambahan ilmu bagi anak-anak akan berbagai macam ilmu pertanian, karena selain teori yang mereka dapatkan dalam proses pembelajaran di kelas, mereka juga mendapatkan aplikasi langsung dengan praktik langsung di lahan hijau sekitar sekolah. Ini memberikan efek positif, karena setidaknya anak-anak memiliki bekal bagaimana bercocok tanam yang baik, dan telah mereka praktikkan secara langsung.

Dua hal tersebut  yang saat ini tengah mencoba untuk dilakukan secara konsisten oleh esphero. Dua hal sederhana yang jika ini dilakukan secara berkelanjutan akan memberikan efek besar bagi keberlangsungan lingkungan hijau dan sehat di esphero.