Archive | May 2015

Informasi Lengkap PPDB Tahun Pelajaran 2015/2016

SMP Negeri  2  Banjarnegara menerima Pendaftaran Peserta Didik Baru kelas VII tahun pelajaran 2015/2016 dengan ketentuan sebagai berikut :

 

Persyaratan Umum

  • Pada tahun pelajaran 2015/2016, masih duduk di kelas VI pada SD/MI yang bersangkutan.
  • Lulus Ujian Nasional.
  • Usia setinggi-tingginya 18 tahun pada awal tahun pelajaran 2015/2016 (± 23 Juli 2015)
  • Belum dan tidak akan menikah selama mengikuti pendidikan

Persyaratan Khusus

  1. Mengisi formulir pendaftaran yang disediakan panitia.
  2. Formulir yang sudah diisi lengkap diserahkan dengan melampirkan :
    1. Fotocopy STTB yang dilegalisir dengan menunjukkan aslinya.
    2. Menyerahkan SKHUS asli.
    3. Fotocopy raport kelas IV dan V yang telah dilegalisir Kepala Sekolah
    4. Menyerahkan pas photo 3×4 berwarna sebanyak 3 lembar.
    5. Menyerahkan fotocopy akte kelahiran 1 lembar.
    6. Menyerahkan fotocopy KK dan KTP orang tua yang berdomisili di Kecamatan Banjarnegara dengan menunjukkan aslinya.
    7. Menyerahkan fotocopy piagam prestasi yang dilegalisir beserta aslinya.
    8. Piagam tingkat nasional, provinsi, dan kabupaten yang disahkan oleh Kepala Dinas Pendidikan/ Kemenag Kabupaten.
    9. Piagam tingkat kecematan disahkan oleh Kepala UPT Dindikpora Kecamatan/ Pengawas pendais dimana piagam tersebut diperoleh.
  3. Berkas poin 2.1 d. 2.9 dimasukkan ke dalam stopmap yang telah disediakan panitia.
  4. Pendaftaran tidak dipungut biaya.
  5. Semua calon peserta didik yang dinyatakan diterima wajib melaksanakan pendaftaran ulang pada tanggal dan waktu yang telah ditentukan. Dan apabila sampai batas tanggal dan waktu yang ditentukan tidak melakukan pendaftaran ulang, maka dianggap mengundurkan diri sebagai calon peserta didik SMP Negeri 2 Banjarnegara tahun pelajaran 2015/2016.

Ketentuan Penerimaan Calon Peserta Didik Baru

  1. Seleksi Calon Peserta Didik Baru SMP Negeri 2 Banjarnegara
    1. Nilai Ujian Sekolah (US) SD/MI, yang tertera pada SKHU S/M yang diterbitkan oleh Dinas Provinsi Jawa Tengah meliputi mata pelajaran Bahasa Indonesia, Matematika, dan IPA.
    2. Nilai Bonus Calon Peserta Didik
      • Tempat tinggal (domisili) calon peserta didik.
      • Prestasi bidang akademik (Lomba mata pelajaran, olimpiade, siswa teladan, dll)
      • Prestasi bidang olah raga (Atletik, renang, bola voly, bola basket, sepak bola, sepak takraw, bulu tangkis, judo, karate, pencak silat, dll)
      • Prestasi bidang kesenian (Seni tari, seni suara, seni musik, seni lukis, seni baca Al Qur’an (MTQ), seni pendalangan, seni kriya, seni baca puisi/geguritan)
      • Prestasi bidang keterampilan (Pramuka, PMR, UKS, dan atau pengembangan potensi siswa lainnya)
      • Tes akademik bisa dilaksanakan apabila pendaftar melebihi kuota yang dibutuhkan.
    3. Penentuan Pembobotan Nilai dan Bonus Penerimaan Peserta Didik Baru.
      1. Pembobotan Nilai.
        Nilai Ujian Sekolah (US) SD/MI, meliputi Bahasa Indonesia, Matematika, dan IPA diberikan bobot 3.
      2. Bonus Calon Peserta Didik
        • Bonus tempat tinggal (domisili) calon siswa.

        Bonus diberikan untuk calon siswa yang bertempat tinggal (domisili) dalam satu wilayah Kecamatan Banjarnegara  dengan bobot 0,50.

        • Bonus siswa berprestasi secara umum diberikan untuk kejuaraan Tingkat Provinsi, Kabupaten, dan kecamatan dengan rincian sebagai berikut:
        No Tingkat Kejuaraan Juara
        I II III
        1. Provinsi 3,00 2,75 2,50
        2. Kabupaten 1,50 1,25 1,00
        3. Kecamatan 0,75 0,50 0,25

        Catatan: Tambahan bonus hanya dapat diambil dari salah satu prestasi tertinggi yang diperoleh, bukan dari seluruh nilai kegiatan yang sejenis.

        • Prestasi calon peserta didik yang pernah meraih kejuaraan tingkat nasional/internasional dengan peringkat I, II, dan III untuk bidang akademik, olah raga, kesenian, dan keterampilan/ pengembangan potensi siswa lainnya, maka calon dapat langsung diterima tanpa melalui seleksi sebagaimana mestinya.
      3. Bonus prestasi di atas diakui apabila dicapai pada waktu yang bersangkutan menjadi siswa SD/MI.
      4. Penyelenggara kejuaraan adalah instansi atau organisasi yang berkompeten, misal pemerintah, organisasi profesi yang sesuai bidang lomba, dan organisasi dibawah instansi terkait.

Jadwal Kegiatan

  1. Pengambilan formulir tanggal 15 s.d. 29 Juni 2015
  2. Verifikasi berkas pendaftaran (Pengembalian formulir dan pemberkasan) tanggal 22 s.d. 29 Juni 2015
  3. Analisis penyusunan peringkat (jurnal peringkat) mulai hari Kamis tanggal 2 Juli 2015
  4. Pengumuman hasil seleksi hari Sabtu tanggal 4 Juli 2015
  5. Pendaftaran ulang dari tanggal 6 s.d. 8 Juli 2015

Daya Tampung

Daya Tampung peserta didik baru kelas VII tahun pelajaran 2015/2016 SMP Negeri 2 Banjarnegara adalah sebanyak 8 kelas, dengan masing-masing kelas berkapasitas 32 siswa, sehingga total peserta didik yang diterima adalah 256 siswa.

Lingkungan Sehat-Lingkungan Hijau Berangkat dari Sini, dari Diri Kita Sendiri.

Kini, krisis energi tengah menjadi problematika bagi setiap negara di dunia. Pun dengan negara kita, Indonesia. Musim tropis yang menjadi ciri khas negara yang dilalui garis khatulistiwa ini kini tak lagi dapat di prediksikan, global warming pun telah melanda negara yang dulu sering disebut Zamrud Khatulistiwa. Eksploitasi yang berlebihan terhadap sumber daya alam tak terbarukan terjadi dimana-mana karena manusia tidak pernah puas dengan apa yang dimilikinya. Keinginan untuk meningkatkan kenyamanan hidup, yang sayangnya tak dibarengi  dengan sikap bijaksana dalam memanfaatkan sumber daya alam, menjadi penyebab utama krisis ini.

Maka kondisi yang diperparah dengan pemanasan global ini merupakan akibat langsung aktivitas manusia dalam mengeksploitasi sumber daya alam dan energi. Emisi karbondioksida—hasil proses produksi, konsumsi, dan distribusi yang tidak terkontrol atau berlebihan—telah menutupi lapisan atmosfer dan menjadi penyebab kenaikan suhu bumi secara global. Bencana banjir, tanah longsor, kekeringan, dan menyebabkan wabah penyakit ke wilayah-wilayah baru hanyalah segelintir dari setumpuk dampak yang ditimbulkan dari pemanasan global ini. Dalam jangka panjang, bukan mustahil kehidupan di bumi ini akan punah bila kita tidak segera mengambil langkah pencegahan, antara lain dengan bersikap lebih sensitif dan peduli terhadap lingkungan sekitar kita.

Kabupaten Banjarnegara adalah salah satu dari 29 kabupaten di Jawa Tengah yang turut terkena imbas dari pemanasan global ini. Masih segar diingatan kita, bencana tanah longsor 2004 di desa Sijeruk, Kecamatan Banjarmangu dan sepuluh tahun kemudian disusul oleh bencana tanah longsor di dusun Jemblung,desa Sampang, Kecamatan Karangkobar, selain dua hal tersebut di akhir tahun 2014 disaat tingkat intensitas hujan yang begitu tinggi di Banjarnegara juga, Sungai  Serayu sempat mengalami banjir besar, banyak pohon dan pertanian di sekitar daerah aliran sungai Serayu hilang diterpa banjir yang besar, beruntung tidak menimbulkan korban jiwa. Selain itu, iklim di Banjarnegara yang tak lagi seperti dulu menjadi dampak dari perubahan iklim global. Banjarnegara kota yang termasuk dalam area dataran tinggi, kini mulai kehilangan ciri khas udara dinginnya, musim hujan dan panas yang tak menentu, menjadikan banyak terjadinya kekeringan, kegagalan panen, hingga harus melakukan pergantian tanaman pertanian karena musim yang tidak dapat diprediksikan. Namun bagaimanakah kita sebagai warga Banjarnegara menyadari akan kondisi seperti ini? Akankah kita hanya tinggal diam dan menunggu kerusakan yang lebih parah terjadi? Atau kah bergerak untuk melakukan sesuatu?

Berangkat dari sedikit kesadaran akan hal di atas, maka kami selaku salah institusi yang bergerak dalam bidang pendidikan, tergerak untuk mengembalikan lingkungan kita menjadi lingkungan yang sehat dan lingkungan yang hijau dari sini (pen: SMP Negeri 2 Banjarnegara). Dengan lingkungan yang terdiri dari banyaknya generasi muda yang semangat untuk menimba ilmu, kesadaran komunal untuk membuat lingkungan menjadi sehat dan hijau pun dimulai. Penggalakan hutan sekolah, penanaman tanaman sayur dan buah dengan memanfaatkan media polibag, melakukan inovasi pertanian dengan berbagai media tanam, pergantian berkala tanaman, dan memperindah area sekolah dengan berbagai tanaman hias dan tanaman produksi terus berusaha ditingkatkan dan digalakkan. Hal ini dilakukan bersama serentak oleh seluruh stakeholder yang ada di lingkungan SMP Negeri 2 Banjarnegara.

Dalam kurun waktu 1 tahun sesuai dengan semboyan “kita akan menuai apa yang kita tanam” adalah sebuah keniscayaan. Kini senyum-senyum hangat, dan keceriaan yang terpancar dari wajah anak-anak yang bermain di koridor saat istirahat, bertambah dengan keindahan dan keasrian lingkungan yang hijau menyejukkan mata siapa saja yang memandangnya. Nama sekolah konservasi yang disematkan oleh universitas konservasi, Universitas Negeri Semarang (Unnes) adalah sebuah hadiah terhadap usaha menjaga kelestarian lingkungan, lebih dari itu usaha menjaga kehijauan dan kesehatan lingkungan ini selayaknya tak berhenti di sini, melainkan terus dan terus untuk dilestarikan. Karena lingkungan sehat-lingkungan hijau berangkat dari sini, dari diri kita sendiri….