RKS

RENCANA KERJA SEKOLAH (RKS)

TAHUN 2010 – 2014

SMP NEGERI 2 BANJARNEGARA

 

A.     ANALISIS LINGKUNGAN STRATEGIS

Pendidikan pada saat ini sangat diperhatikan dan menjadi program prioritas utama oleh pemerintah. Salah satu tolok ukurnya adalah anggaran pendidikan yang sesuai dengan harapan kita semua adalah 20% dari APBN. Hal ini juga diikuti juga pada birokrasi di bawahnya yaitu pemerintah provinsi dan Kabupatn/ Kota juga telah melaksanakan anggaran pendidikan 20% dari APBD.

Anggaran dari pemerintah yang besar, diharapkan dunia pendidikan dapat memberikan kontribusi terhadap kemajuan bangsa dan kesejahteraan masyarakat Indonesia sesuai dengan kemajuan ilmu dan teknologi dewasa ini. Agar tujuan tersebut dapat tercapai maka pengelola pendidikan atau sekolah khususnya harus menyusun strategi dan langkah-langkah sistematis disesuaikan dengan tuntutan masyarakat dan kepentingan masyarakat secara lokal, regional maupun global. Terkait dengan hal itu, SMP Negeri 2 Banjarnegara harus mampu mencetak lulusan yang bermutu dan berkualitas serta mampu memuaskan harapan orangtua, masyarakat dan pemangku kepentingan.

Dalam meraih harapan di atas, sekolah perlu menyusun rencana kerja sekolah atau biasa disebut rencana kerja jangka menengah (empat tahunan) yang dapat dijadikan sebagai pedoman kerja bagi seluruh warga sekolah dan stakeholder sekolah. Penyusunan rencana kerja sekolah (RKS) perlu mempertimbangkan berbagai faktor misalnya, kondisi geografis, ekonomi dan sosial budaya dan politik. Analisis terhadap faktor lingkungan tersebut akan membantu sekolah dalam menemukan faktor-faktor pendukung yang akan menjadi kekuatan sekolah dan mengidentifikasi hambatan atau tantangan yang mengganggu pencapaian tujuan sekolah secara optimal.

Pengelolaan satuan pendidikan perlu strategi khusus dan tidak bisa sepenuhnya meniru sekolah lain karena kondisi geografis, ekonomi, sosial, budaya dan politik bisa berbeda-beda. Namun dalam hal-hal tertentu dapat juga meniru atau belajar dari sekolah lain yang berhasil dalam mengelola pendidikan, apabila sekolah yang dimaksud memiliki kesamaan atau kemiripan kondisi lingkungannya.  Analisis yang tepat terhadap kondisi lingkungan sekolah dapat mempengaruhi tingkat keberhasilan sekolah mencapai tujuan sekolah yang telah ditetapkan.

SMP Negeri 2 Banjarnegara dalam menyusun rencana kerja sekolah berusaha juga menyesuaikan kondisi lingkungan geografis, ekonomi, sosial, budaya dan politik. Dengan mengkaji berbagai sumber, melibatkan berbagai narasumber dan memperhatikan masukan atau saran dari berbagai komponen, tentunya sangat berharap bahwa rencana kerja sekolah yang disusun dapat memenuhi  standar dan kebutuhan pengelola satuan pendidikan.

 

1.   Kondisi Geografi

SMP Negeri 2 Banjarnegara berada di wilayah sebelah timur kota Kabupaten Banjarnegara, yang terletak di jalur utama Wonosobo – Purwokerto, secara geografis SMP Negeri 2 Banjarnegara merupakan daerah stragegis karena transportasi ke sekolah sangat mudah dari wilayah pendukung Kecamatan Banjarnegara, Sigaluh, Madukara dan daerah sekitarnya.  Letak sekolah hanya berjarak 3 KM dari pusat kota Banjarnegara dan dekat dengan pemukiman penduduk, misalnya perumahan Sokanandi yang padat dan perumahan lain yang sedang pesat untuk  berkembang.

2.   Kondisi Ekonomi

Kondisi ekonomi dari penduduk Banjarnegara, Sigaluh, Madukara dan daerah sekitarnya yang merupakan sebagian besar pendukung siswa SMP Negeri 2 Banjarnegara adalah bertani milik sendiri, pedagang, pengusaha dan PNS. Secara umum masyarakat pendukung siswa yang bersekolah di SMP Negeri 2 Banjarnegara dari 3 Kecamatan tersebut. Kehidupan masyarakat sehari-hari bisa dikatakan mapan karena terbukti dalam kesehariannya masyarakat mampu membeli sandang dan pangan di atas rata-rata.  Orang tua / Wali murid memang sangatlah mendukung dengan dunia pendidikan dan sadar terhadap kebutuhan pendidikan, hal ini terbukti dalam setiap sekolah menyampaikan program peningkatan mutu pendidikan selalu disetujui.

3.   Kondisi Sosial Budaya dan Politik

Pola kehidupan masyarakat Banjarnegara yang masih kental dengan gotong royong, didukung oleh suasana yang kondusif serta kesadaran politik yang cukup tinggi sangat mendukung penyelenggaraan pendidikan. Masyarakat dengan penuh kesadaran ikut serta dalam mengembangkan pendidikan baik secara materi maupun moril. Dukungan dari Pemerintah Pusat/Propinsi dan Pemerintah Kabupaten Banjarnegara juga secara nyata sangat memberikan perhatian dalam bentuk bantuan fisik yaitu penambahan ruang kelas baru, rehab dan penambahan sarana prasarana pembelajaran. Dukungan lain dalam bentuk non fisik, misalnya menyiapkan SMP Negeri 2 Banjarnegara memiliki lingkungan sekolah sehat, rindang dan hijau sehingga dapat menciptakan lingkungan yang indah, bersih, aman, nyaman dan menyenangkan yang dapat memaksimalkan potensi siswa serta dukungan moril kepada guru maupun staf TU dalam melaksanakan tugas.

 

B.     ANALISIS  KONDISI SEKOLAH SAAT INI

1.    Analisis Mutu Pendidikan dan Daya Saing

Mutu Pendidikan atau kualitas pendidikan di SMP Negeri 2 Banjarnegara dpat kita analisis mulai input, proses dan output. Input meliputi kurikulum, guru, kepala sekolah, tenaga pendukung, siswa dan pembiayaan. Proses perlu kita analisis proses belajar mengajar, penilaian, manajemen dan kepemimpinan. Sedang output meliputi prestasi akademik, prestasi non akademik dan kepribadian.

Dengan perbaikan dan peningkatan mutu akan dapat dicapai perkembangan mutu pendidikan di SMP Negeri 2 Banjarnegara, yang ditandai dengan : Peningkatan kompetensi siswa, kompetensi guru dalam pengembangan kurikulum, melaksanakan pembelajaran yang bermakna, melakukan penilaian yang dilanjutkan analisis hasil evaluasi serta remidi dan pengayaan.

Peningkatan hasil akademis dan non akademis yaitu: Pencapaian pemenuhan KKM masing-masing mapel tiap-tiap KD 75 sd 76, sampai pada meningkatnya nilai rata-rata hasil Ujian Nasional (UN) terakhir  sebesar 7,85 dari menuju 8,00. Proses pembelajaran menggunakan CTL rata-rata 5 komponen, sekolah telah melakukan pelatihan melalui IHT di bidang ICT, pengajaran dengan bahasa Inggris/ Imersi, serta meningkatkan kompetensi siswa melalui bimbel kelas MIPA/ Bahasa serta dipercayanya SMP Negeri 2 Banjarnegara untuk menyelenggarakan pendidikan Inklusi, Kelas Imersi serta sebagai sekolah percontohan penanaman Nilai-Nilai Nasionalisme/ Patriotisme, sekolah adiwiyata dan sebagainya.

Keberhasilan non akademis dari pelaksanaan ekstrakurikuler atau pengembangan diri telah menghasilkan kejuaraan baik di tingkat kabupaten, karesidenan, provinsi maupun nasional antara lain ; juara tenis meja prov/nas, basket dan voly tingkat karesidenan, juara umum porseni tingkat kabupaten serta yang membanggakan sebagai sekolah sehat juara 1 tingkat provinsi Jawa Tengah dan pemenang ke-4 tingkat Nasional.

2.   Analisis Akses Pendidikan

Dalam rangka peningkatan akses pendidikan, pada tahun pelajaran 2010/2011 maka SMP Negeri 2 Banjarnegara menerima 18 rombongan belajar dengan jumlah siswa 612 siswa. Untuk mengurangi beban pembiayaan sekolah dengan mengajukan beasiswa kepada pemerintah pusat/daerah dan beasiswa bakat/prestasi, beasiswa untuk siswa miskin serta sekolah membebaskan atau memberikan keringanan bagi siswa miskin. Untuk meningkatkan kualitas pembelajaran jumlah siswa per kelas 32 siswa.

3.   Analisis Pemenuhan Standar Pendidikan

Saat ini SMP Negeri 2 Banjarnegara adalah sebagai Sekolah Standar Nasional (SSN) sejak tahun 2005/2006 yang melaksanakan 8 standar nasional pendidikan meliputi standar isi, standar kompetensi lulusan, standar proses pembelajaran, standar pendidik dan tenaga kependidikan, standar sarana prasarana, standar penilaian, standar pembiayaan dan standar penglolaan pendidikan.

Dalam memenuhi kebutuhan siswa yang tidak mampu melanjutkan sekolah Kemampuan orangtua siswa memiliki status yang berbeda-beda. Walaupun secara umum kemampuan orangtua siswa dapat dikatakan mampu, namun ada juga yang dikategorikan kurang mampu. Terkait dengan kemampuan sosial ekonomi orangtua yang kurang mampu,  saat ini sekolah telah membuat terobosan dengan mengadakan pembelajaran yang bernuansa life skill yaitu pelajaran mulok seperti tata busana serta penulusuran bakat/minat siswa dalam bidang olah raga dan seni.

C. ANALISIS KONDISI PENDIDIKAN MASA DATANG (4 TAHUN)

Dalam kurun waktu empat tahun ke depan, SMP Negeri 2 Banjarnegara memiliki peluang yang besar untuk mewujudkan output yang memiliki kualitas dan daya saing yang tinggi dengan indikasi awal antara lain : Rata-rata hasil belajar dan ujian nasional/sekolah yang tinggi, persentase kelulusan yang tinggi dan sebagian besar lulusan  dapat diterima di sekolah unggulan atau favorit di lingkungan sekolah berada.

Adanya kelengkapan sarana prasarana utama dan penunjang yang lengkap, maka sekolah memiliki peluang yang besar untuk mewujudkan tujuan utama yaitu terbentuknya siswa yang memperoleh pengetahuan, perilaku dan keterampilan yang utuh dan seimbang.  Bukan hal yang mustahil sekolah menjadi lebih maju apabila semua unsur-unsur yang ada pada satuan pendidikan turut berperan serta secara aktif dan selalu memberikan dorongan yang positif.

 

A.     VISI SEKOLAH

Unggul dalam Prestasi, Luhur dalam Budi Pekerti dan Peduli Lingkungan

Dengan cirri-ciri:

  • Unggul dalam prestasi akademik
  • Unggul dalam prestasi olah raga dan seni
  • Unggul dalam pengelolaan manajemen berbasis sekolah
  • Unggul dalam pelaksanaan kehidupan beragama di sekolah
  • Unggul dalam penataan lingkungan  di sekolah
  • Sopan dalam pergaulan dan santun dalam bertutur kata berlandaskan iman dan taqwa

 

B.     MISI SEKOLAH

  1. Mengoptimalkan Proses Belajar Mengajar berdasarkan kurikulum yang berlaku
  2. Meningkatkan kemampuan intelektual siswa melalui kegiatan bimbingan belajar Program Perbaikan dan Pengayaan serta KIR
  3. Memberdayakan dan melengkapi sarana dan prasarana sekolah yang ada secara maksimal
  4. Mengembangkan minat dan bakat siswa melalui ekstrakurikuler melalui kegiatan melalui kegiatan ekstrakurikuler / pengembangan diri
  5. Melaksanakan kegiatan ibadah menurut agamanya masing-masing dan mengamalkan dalam kehidupan sehari-hari
  6. Membudayakan salam, senyum dan sapa dalam pergaulan di lingkungan sekolah dan masyarakat
  7. Mempererat dan mengembangkan hubungan sekolah dengan masyarakat lingkungannya.
  8. Menciptakan kualitas lingkungan hidup di sekolah, sehingga peserta didik dapat tumbuh dan berkembang secara harmonis dan optimal menjadi sumber daya manusia yang berkualitas serta peduli lingkungan.

 

C.    T U J U A N

Tujuan yang akan dicapai oleh SMP Negeri 2 Banjarnegara untuk kurun waktu 4 (empat) tahun ke depan sampai dengan Tahun Pelajaran 2013/2014 adalah sebagai berikut:

  1. Meningkatkan implementasi pembelajaran sesuai Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) bagi setiap guru mata pelajran mencapai 100%
  2. Memiliki guru dengan tingkat kompetensi dan profesionalisme tinggi yang relevan
  3. Terpenuhinya bahan dan sumber pembelajaran yang memadai dalam setiap mata pelajaran, serta pemanfaatan lingkungan hidup di sekolah sebagai sarana dan sumber pembelajaran
  4. Terpenuhinya fasilitas pendidikan untuk peningkatan ilmu pengetahuan dan teknologi yang berdasarkan iman dan taqwa
  5. Miningkatkan standar pencapaian ketuntasan kompetensi dari 75 menjadi 80 dan standar kelulusan naik sebesar 0,3 dari 8,19 menjadi 8.49
  6. Melaksanakan monitoring, evaluasi dan supervise klinis secara rutin dan terprogram
  7. Mendapat dukungan aktif masyarakat dalam proses penyelenggaraan pendidikan di sekolah
  8. Meningkatkan standar penilaian melalui model-model evaluasi pembelajaran sesuai Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP).

 

D.     PROGRAM DAN STRATEGI

  1. Pengembangan SK, KD, indikator, silabus dan perangkat pembelajaran semua mata pelajaran sessuai Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP)
  2. Pengembangan kompetensi guru melalui workshop, diklat, dan bimbingan teknis
  3. Pengembangan bahn dan sumber belajr setiap mata pelajaran dan memanfaatkan lingkungan hidup sekolah sebagai sumber pembelajaran
  4. Pengembangan fasilitas pendidikan yang dibutuhkan untuk peningkatan IPTEK
  5. Pengembangan standar ketuntasan kompetensi dan hasil nilai kelulusan
  6. Pengembangan monitoring, evaluasi dan supervise
  7. Pengembangan pendidikan dengan partisipatif masyarakat
  8. Pengembangan system penilaian

E.      TONGGAK-TONGGAK KUNCI KEBERHASILAH

ASPEK DARI PROGRAM STRATEGIS

TONGGAK-TONGGAK KUNCI KEBERHASILAH

10/11 11/12 12/13

13/14

Standar isi (kurikulum) kurang memadai/ masih sekitar 85% 88,75 92,5 96,25 100
Standar proses berkisar 80% 85 90 95 100
Standar kelulusan 100% rata-rata NUN 8,19 8,25 8,32 8,00 8,49
Standar pendidikan berkelayakan berkisar 90% 94 96 98 100
Standar sarana dan prasarana pendidikan terpenuhi 85% 90 94 97 100
Standar pengelolaan belum maksimal 90% 94 96 98 100
Standar pembiayaan berkisar (cost 80.000/siswa/bulan) 85.000 90.000 95.000 100.000
Standar penilaian saat ini baru mencapai 85% 88,75 92,5 96,25 100

 

F.      STRATEGI PELAKSANAAN / PENCAPAIAN

1.    Pengembangan SK, KD, Indikator, Silabus, dan perangkat pembelajaran semua mata pelajaran sesuai KTSP

  1. Mengadakan workshop/ pelatihan-pelatihan
  2. Mengikuti bimbingan teknis, seminar
  3. Mengembangkan MGMP sekolah
  4. Mengikuti MBMP kabupaten

2.   Pengembangan Kompetensi guru professional

  1. Mengadakan kegiatan Bintek/ Diklat/ Workshop
  2. Menerapkan bimbingan 4 kompetensi melalui  diskusi
  3. Mengembangkan monitoring dan evaluasi 4 kompetensi guru
  4. Mengadakan studi banding

3.   Pemenuhan bahan dan sumber belajar yang memadai

  1. Mengadakan bahan dan alat pembelajaran
  2. Mengefektifkan kegiatan pembelajaran dengan bahan dan sumber belajar yang tersedia
  3. Memanfaatkan lingkungan hidup sekolah sebagai sumber belajar
  4. Memaksimalkan bahan dan sumber belajar dalam proses pembelajaran

4.   Pemenuhan fasilitas untuk pengembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi

  1. Mengadakan sarana dan prasarana serta fasilitas IPTEK
  2. Meningkatkan pengelolaan fasilitas sekolah
  3. Memanfaatkan fasilitas secara maksimal dalam proses pembelajaran
  4. Menambah fasilitas berbasis IPTEK

5.   Pengembangan Standar Ketuntasan KKM dan Kelulusan

  1. Melakukan analisis Standar Kompetensi, Kompetensi Dasar dan Indikator
  2. Menerapkan pembelajaran CTL
  3. Menciptakan pembelajaran yang menyenangkan
  4. Melaksanakan program perbaikan dan pengayaan
  5. Melaksanakan bimbingan belajar secara rutin dan
  6. Melakukan ujin coba/Try Out mapel UN

6. Pengembangan Monitoring,Evaluasi dan Supervisi

  1. Melaksanakan monitoring setiap pelaksanaan kegiatan
  2. Melaksanakan evaluasi setelah kegiatan berakhir
  3. Melakukan Tindak lanjut dari hasil evaluasi
  4. Melaksanakan supervisi pengembangan kelas dan klinis secara teratur

7. Pengembangan pendidikan berbasis partisipatif masyarakat

  1. Meningkatkan kerjasama warga sekolah dengan stakeholder
  2. Menciptakan suasana sekolah yang kondusif dan menyenangkan
  3. Menyediakan jaringan informasi yang on line,telpon,e-mail dan internet
  4. Meningkatkan peran komite sekolah dalam menentukan kebijakan
  5. Meningkatkan transparasi,akuntabilitas,dan sustainbilitas sekolah
  6. Memberdayakan lembaga-lembaga di sekitar sekolah sebagai sumber belajar
  7. Meningkatkan peranan masyarakat/wali murid dalam mendukung kegiatan sekolah
  8. Meningkatkan partisipasi orang tua dalam mendukung biaya pelaksanaan pendidikan

8.  Pengembangan sistem penilaian

  1. Meningkatkan kompetensi guru dalam mendesain sistem penilaian
  2. Melaksanakan penilaian sebenarnya (authentic assesment)
  3. Menggunakan komputer untuk pengolahan penilaian
  4. Melaksanakan analisis hasil penilaian
  5. Melaksanakan remidi dan pengayaan

 

L. HASIL YANG DIHARAPKAN

  1. Terealisasinya SK, KD, indikator silabus dan perangkat pembelajaran untuk semua mata pelajaran.
  2. Tercapainya kompetensi guru yang profesional
  3. Terealisasinya bahan dan sumber pembelajaran yang memadai
  4. Terealisasinya fasilitas pendidikan IPTEK
  5. Terealisasinya Standar Ketuntasan Kompetensi dan kelulusan
  6. Terealisasinya Monitoring,Evaluasidan Supervisi
  7. Terealisasinya partisipatif pendidikan dari masyarakat
  8. Terealisasinya Standar PENILAIAN SESUAI KTSP

M. MONITORING DAN EVALUASI

  1. Melaksanakan pembentukan tim monitoring dan evaluasi
  2. Menyediakan instrumen monitoring dan evaluasi
  3. Membuat jadwal kegitan monitoring dan evaluasi
  4. Melaksanakan monitoring dan evaluasi
  5. Menganalisis hasil supervisi/ monev
  6. Menindaklanjuti hasil supervisi/ monev
  7. Melaksanakan evaluasi kinerja sekolah

 

 

Banjarnegara,    Juni  2010

Mengetahui,                                                             Kepala Sekolah

Ketua Komite Sekolah

 

 

 

Tabah  Setianto, S.Sos                                              Dasuki, S.Pd, M.Pd.

 

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>