Sejarah SMP Negeri 2 Banjarnegara

     Pada tahun 1964 Banjarnegara hanya memiliki satu Sekolah Menengah Pertama, yaitu SMP Negeri Banjarnegara. Karena SMP Negeri Banjarnegara tidak dapat menampung tamatan SD Se-Kabupaten Banjarnegara pada saat itu, maka Bapak Soenardi selaku kepala sekolah SMP Negeri Banjarnegara mendirikan SMP Persiapan Negeri 2 Banjarnegara di selatan alun-alun kabupaten Banjarnegara meminjam lokasi lokal (SD Negeri 4 Krandegan). Mengingat letaknya yang berada di tepi jalan raya, masyarakat menyebutnya “SMP Jalan Raya” dengan Kepala Sekolah yang pertama adalah Bapak Oemar Singgih Adisoesanto (almarhum).
        Jumlah siswa lulusan SD yang kian bertambah, SMP Persiapan Negeri 2 Banjarnegara menambah kapasitas tiga ruang kelas lagi. Letak ruang kelas tersebut berada di belakang KODIM, yaitu bekas kandang sapi perah milik seorang dermawan Tionghoa bernama Dra. Er Che Ong yang dirombak menjadi tiga ruang kelas. Karena itu, masyarakat sering menyebut SMP Persiapan Negeri 2 Banjarnegara dengan “SMP Kandang Sapi”.
        Namun, ternyata di tempat tersebut juga tidak dapat menampung para siswa yang lambat laun terus bertambah. Akhirnya, para pendiri mulai mencari lokasi lokal yang lebih mampu menampung kapasitas peserta didik yang terus bertambah. Lokasi tersebut diketahui berada di daerah Brayut. Pendiri bekerja sama dengan kepala Desa Brayut saat itu, yaitu Bapak Karno. Lokasinya terletak di gedung LSD dan 1 ruang kelas berada di rumah Carik, Bapak Mastarwo di Desa Brayut tersebut.
        Meskipun begitu, ternyata lokasi tersebut tetap saja tidak mencukupi untuk ditempati. Akhirnya, para pendiri mencari tanah di sekitar Sokanandi. Ternyata, tanah lungguh di kelurahan Sokanandi di sumbangkan untuk didirikan sekolah. Sampai sekarang, SMP Negeri 2 Banjarnegara terletak di desa Sokanandi.
     Pada tahun 1965, terjadi mutasi guru secara besar-besaran yang disebabkan oleh GESTAPU (G30SPKI). Karena kekurangan guru, Bapak Djuwahir Anom Wijaya diangkat menjadi guru SMP (pada saat itu beliau menjabat sebagai Kepala Sekolah di SD). Namun, pada tahun 1966 beliau menjadi guru SD kembali.
       Pada tahun 1974, Bapak  Oemar Singgih Adisoesanto(almarhum) pensiun dan digantikan jabatannya oleh Bapak Moedjamil. Pada saat itu beliau memegang jabatan sebagai Guru SMP Negeri Banjarnegara.
      Pada tahun1975, SMP Persiapan Negeri 2 Banjarnegara ditetapkan menjadi SMP Negeri 2 Banjarnegara. Agar bisa berjalan dengan baik, SMP Negeri 2 Banjarnegara berintegrasi dengan SMP Negeri 1 Banjarnegara. Dengan ketentuan sebagai berikut :
  1. SMP Negeri 2 Banjarnegara tidak membuka pendaftaran murid baru pada tahun ajaran 1975/1976.
  2. Pendaftaran murid baru seluruhnya ditangani oleh SMP Negeri 1 Banjarnegara.
  3. Siswa mantan SMP Persiapan Negeri 2 Banjarnegara yang masih berstatus swasta dicatat sebagai siswa negeri kelas II dan III. Mereka tamat belajar pada 1975 dan 1976.
  4. Pembagian siswa dilakukan dengan cara  : siswa yang bertempat tinggal di Jl. Veteran ke arah barat menjadi siswa SMP Negeri 1 Banjarnegara. Sedangkan siswa yang bertempat tinggal di Jl. Veteran ke arah timur menjadi siswa SMP Negeri 2 Banjarnegara.
Akibat perubahan status SMP Persiapan Negeri 2 Banjarnegara dari swasta ke negeri terjadilah mutasi secara besar-besaran. Berdasarkan ketentuan berikut :
  • Guru-guru yang berstatus guru SD yang tidak memenuhi syarat untuk menjadi guru SMP dikembalikan ke Instansi terkait.
  • Guru yang berstatus GTT dipertahankan, bagi yang memenuhi syarat (berijazah minimal PGSLP) diusulkan pengangkatannya sebagai PNS. Sedangkan yang tidak memenuhi syarat (tetapi memiliki ijazah SPG) diusulkan untuk diangkat sebagai PNS bertugas sebagai guru SD.
  • Bagi yang tidak memenuhi syarat menjadi guru diserahkan kepada Pemda untuk ditempatkan sebagai pegawai Pemda.
     Setelah berstatus negeri, kepada SMP Negeri 2 Banjarnegara dipromosikan Bapak Slamet Puspawasita (Guru senior dari SMP Negeri 1 Banjarnegara) sebagai Kepala Sekolah dan Bapak Moedjamil sebagai Wakil Kepala Sekolah.
       Selain itu, tentang hal kedisiplinan yang sudah menjadi ciri khas karakter SMP Negeri 2 saat ini pun, pada saat terdahulu pun para siswa telah dipertimbangkan secara matang sejak menjadi SMP Persiapan Negeri 2 Banjarnegara. Kedisiplinan digalakkan dengan tegas oleh Bapak Nur’aeni B.A dan Bapak Supalal.
      Sejak berstatus negeri pula, SMP 2 Banjarnegara memperoleh prestasi di bidang akademik dan non-akademik dengan prosentase tinggi. Disaat itulah SMP Negeri 2 Banjarnegara dan SMP Negeri 1 Banjarnegra mulai bersaing dalam perolehan prestasi.
1 Comment

One thought on “Sejarah SMP Negeri 2 Banjarnegara

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *